Langsung ke konten utama

Tanpa masa lalu hidup tak ada pelajaran dan pengalaman

Hai masa lalu, dulu aku pernah menyayangimu lebih dari apapun, mencintaimu tanpa syarat, merindukanmu setiap saat.
Hai masa lalu, terima kasih telah membawa mendung dan hujan di hati ini, hingga akhirnya aku tahu tentang apa itu rasa sedih, tentang rasa berharap yang berlebih, tentang kecewa karena berharap pada manusia.
Tentu ada tangan Allah di balik pertemuan dan perpisahan ini. Ketika Allah pertemukan seseorang dalam kehidupan seseorang, tentu ada maksud yang Dia inginkan. Ada yang ‘dipertemukan’ sebagai ujian kesabaran dan keimanan, ada juga yang 'dipersatukan’ sebagai sosok penggenap iman.
Dan kau masa lalu, mungkin kamu adalah seseorang yang dihadirkan tuhan sebagai ujian untukku. Dan Allah mematahkan hatiku sebagai cara-Nya untuk menyelamatkanku, mengajarkanku memahami salah satu arti takdir, yaitu tentang kepastian jodoh: tak seorang pun yang mampu menukar nama yang telah Dia tetapkan di Lauhul Mahfuz. Lantas mengapa kita bermain-main?
Hai masa lalu, terima kasih pernah hadir. Karena bantuanmu, kini aku belajar banyak tentang takdir.
Hai masa depan, namamu kini rahasia, tapi kau ada di garis tanganku. Siapapun engkau kelak, aku akan mencintaimu!
.

Komentar