Pagi
datang lagi, membangunkanku dengan rintik hujan gerimis yang merindukan
mentarinya. Hari yang berbeda waktu yang berbeda, masih dengan perasaan yang
sama, yang menunggu pesan darimu masuk
kedalam ponselku, sekadar selamat pagi, ini kata yang paling hebat untuk
mengawali hariku.
Terkadang hdup ini
seperti kita membaca buku, kita tak akan bisa lanjut ke bab berikutnya jika
terpaku di bab yang sebelumnya, namun hidupku mirip seperti lagu yang
berenandung ratusan kali diputar pada saat malam, terus berputar balik tanpa
pernah bosan kunikmati kesenduannya. Dan lagi-lagi imajinasiku sendiri
menertawakanku karena selalu berhasil menemuimu, sementara realita ?, aku belum
mampu menemuimu setiap hari kita berdua adalah seseorang yang sedang
menyibukkan aktivitas-aktivitasnya sendirian, aku senang saat bisa bertemu kamu
walaupun itu sedetik, kamu tenang saja, aku tidak lelah, justru, aku menikmati
prosesnya.
Dan pagi kembali
berganti malam, repitisi yang tidak lagi membosankan semenjak kau hadir, matamu
yang indah, dicampur dengan senyummu yang berseri, tak pernah gagal membuat
jagad raya ku meledak seperti kembang api. Lagi-lagi aku menantimu seperti
menanti cahaya, tak menyerah walu langkah melemah, hatiku berkata kaulah
orangnya. Menyayangimu sangatlah mudah, aku bisa melakukannya berulang kali
tanpa pernah merasa bosan yang sulit itu cara menunjukkannya.
Komentar
Posting Komentar